Simpati untuk Yuyun, Indonesia Berduka

Perkosaan dan pembunuhan yang menimpa Yuyun oleh 14 orang pelaku, menarik perhatian masyarakat luas. Seruan untuk menghukum seberat-beratnya para pelaku disampaikan disampaikan juga oleh Presiden Joko Widodo.

Peristiwa tragis yang terjadi pada 2 April 2016 itu sudah ditangani aparat kepolisian. Polis sudah menangkap 12 daripada 14 orang suspek. daripada 12 orang suspek tersebut, tujuh orang dianggarkan berusia di bawah 17 tahun yang berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Curup.

Sidang tuntutan yang digelar pada 3 Mei 2016 di Mahkamah Negeri Curup, tujuh orang suspek yang masih berstatus kanak-kanak di bawah umur dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Sedangkan bagi suspek yang berusia di atas 18 tahun akan dihukum seberat-beratnya yakni tuntutan penjara seumur hidup.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, atas nama Negara, melawat keluarga Yuyun di Desa Kasie Kasibun Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, kira-kira 117 kilometer dari Kota Bengkulu, Kamis (5/5).

Kedua-dua ibu bapa Yuyun dan saudara laki-lakinya menerima Menteri Yohana di bawah tarup yang dipasang di depan rumah mereka yang sederhana.

Menteri Yohana didampingi Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti menyerahkan bantuan dan menyampaikan ucapan duka kepada keluarga. setelah itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengatakan,

“Indonesia berduka untuk Yuyun(14), mangsa rogol dan pembunuhan yang dilakukan 14 orang remaja di Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu.

Indonesia berduka, negara kaget atas kes ini. Mungkin kes ini kejadian pertama di Indonesia.

Saya pertama kali mendapat khabar tentang kes Yuyun dari anak saya yang sedang bersekolah di Inggeris.

Kedatangan saya dibengkulu untuk menyampaikan duka sekaligus melihat dan mengawal kes keganasan seksual yang menimpa Yuyun.”

Tak terasa air mata tercurah, larut dalam duka atas kepergian Yuyun. Selama hidupnya yang singkat, ia tak dikenali dan terkenal. kematiannya, menyentak banyak orang; banyak orang menitiskan air mata kerana perilaku tak bermaruah serta biadab terjadi di antara anak bangsa. Tak sedikit yang mengelus dada dan berbisik halus pada diri sendiri, “Inikah negeriku!?”

dan kemudian, diam mebisu dalam duka.

Duka Negeri ini untukmu Yuyun

Opa Jappy – Jakarta

488 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa