Skandal Beras Sang Kader

PT Indo Beras Unggul (PT IBU), berlokasi di Jalan Rengas Km 60 Karang Sambung, Kedung Waringan, Bekasi, Jawa Barat. PT IBU merupakan anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food, dipimpin Anton Apriyantono, Kader PKS sekaligus Mantan Menteri Pertanian era SBY.

PT TPSF terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003, bergerak di bisnis makanan (TPS Food). IBU memproduksi beras merek Maknyoos dan Ayam Jago

1. Modus

Beras oplosan kualitas rendah dijual jadi beras premium di pasaran.

Aslinya adalah beras dari jenis benih padi varietas IR64 kualitas medium, harga Rp 9
000.- karena mendapat subsidi pemerintah.

IBU menjual harga beras premium, dengan kemasan premium berharga Rp 13.700 – Rp 20.400 / kg

2. Keuntungan

Keuntungan Rp 10 ribu / Kg, mencapai Triliun Rupiah.

Yang disita polisi cuma 1.161 ton beras oplosan siap edar; beras kualitas rendah dicampur dan diberi merek beras premium.

Jika dihitung sejak tahun IBU beroperasi dan rata-rata eadarkan atau menjual beras oplosan 1.000 ton / tahun X Rp 10.000/kg maka didapat “Angka Keuntungan Yang Luar Biasa” per tahun.

3. Penipuan Terhadap Konsumen

Tercantum di Label
Beras Ayam Jago
Kadar protein 14 %, ternyata hanya 7,73 %. Kadar karbohidrat 25 %, ternyata 81,45 %. Kadar lemak 6 %, ternyata hanya 0,38 %.

Beras Maknyuss
Kadar protein 14 %, ternyata hanya 7,72 %. Kadar karbohidrat 27 %, ternyata 81,47 %. Kadar lemak 0 %, ternyata 0,44 %.

Note:
PT IBU merupakan anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food, dipimpin Anton Apriyantono, Kader PKS sekaligus Mantan Menteri Pertanian era SBY, dan juga Bondan Winarno, orang penting di era SBY.

Mutu dan komposisi beras ‘Maknyuss’ dan ‘Cap Ayam Jago’ yang diproduksi PT IBU tidak sesuai dengan apa yang tercantum pada label.

Berdasarkan hasil penyidikan, diperoleh fakta bahwa PT IBU melakukan pembelian gabah ditingkat petani sebesar Rp. 4.900. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dari petani yakni Rp 3.750 per kilogram. Akibatnya, pelaku usaha lain termasuk Perum Bulog sulit dapat bersaing.

IBU kemudian mengemas beras mereka dalam kantong berukuran 5-25 kilogram sebagai beras premium. Di gerai-gerai retail modern, dua merek beras ini dijual dengan harga Rp 13.700 dan Rp. 20.400 per kilogram.

Hasil uji laboratorium, polisi menemukan beras kemasan tersebut didominasi jenis IR64 yang setara beras medium bersubsidi. Namun, produsen mengoplosnya dengan beberapa jenis beras lain yang lebih baik seperti Rojo Lele dan Pandan Wangi.

Proses produksi dan distribusi beras yang dilakukan PT IBU
– melanggar pasal 383 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman 5 tahun penjara
– melanggar 141 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan pasal 62 Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
– melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 tahun 2017 yang menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp 9.500 per kilogram.

##

Menteri Pertanian Anndi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Menurutnya,

“Yang IBU lakukan ini membuat konsumen menjerit dan membuat petani kita tidak dapat apa-apa. Keuntungan perusahaan tersebut mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

PT Indo Beras Unggul mengambil untung terlalu tinggi dalam penjualan beras dengan menjual beras seharga Rp 9.000 menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Mereka meraup untung yang tidak wajar hingga Rp 400 triliun.

Praktik penipuan yang dilakukan PT Indo Beras Unggul tergolong kejahatan sangat serius.

Sebagai produsen besar, anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk itu memainkan disparitas harga terlalu tinggi.

Pabrik ini tergolong middleman yang kerjanya memainkan disparitas harga beras.”

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Jenderal Tito Karnavian, Kamis, 20 Juli 2017, menyatakan bahwa,

“Sampai saat ini, polisi masih memeriksa para pelaku dan belum menetapkan tersangka.

Ini enggak main-main. Masyarakat dan negara dirugikan sampai ratusan triliun rupiah.”

Siapa manusia yang bertanggung jawab terhadap ini? Lihat http://tigapilar.com

Sragen, 24 Maret 2014 – Pada hari ini tanggal 24 Maret 2014, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (yang disebut “TPSF”) telah meresmikan pembukaan salah satu anak perusahaan divisi beras, yaitu pabrik beras PT. Sukses Abadi Karya Inti (yang disebut “SAKTI”). Pemotongan tumpeng dan pita yang dilakukan oleh Bp. Joko Mogoginta selaku Direktur Utama TPSF dan didampingi oleh Bp. Rusman Heriawan (Wamentan), Bp. Agus Fatchurrahman (Bupati Sragen) dan Bp. Anton Apriyantono (Komisaris Utama TPSF) menandai dimulainya proses produksi yang secara bertahap akan beroperasi secara komersial di Pabrik Beras SAKTI.

Dengan menargetkan 5 % dari pasar beras nasional di Tahun 2020, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, terus menambah kapasitas produksi beras. Pabrik SAKTI merupakan pabrik beras ketiga di lingkungan PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk, menyusul 2 Pabrik Beras sebelumnya PT. Jatisari Sri Rejeki dan PT. Indo Beras Unggul yang masing – masing mempunyai kapasitas produksi beras sebesar 120.000 Ton beras per tahun yang membutuhkan bahan baku sebanyak 225.000 Ton gabah kering panen atau setara dengan luasan sawah 20.000 Ha yang dipanen dua kali setahun.

Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS (lahir di Serang, 5 Oktober 1959; umur 57 tahun) adalah Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Ia adalah staf pengajar di Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak tahun 1982 hingga 2011.

Berbagai penghargaan telah diperoleh, di antaranya: bintang medali Mahaputera Adipradana dari pemerintah Republik Indonesia pada 2010, dan penerima beasiswa Bank Dunia pada tahun 1988-1992. Aktivitas sebagai konsultan untuk berbagai perusahaan pangan banyak digeluti. Anton, tercatat sebagai Presiden Komisaris PT. Pertani dan PT. TPS Foods Tbk, komisaris PT. Dunia Pangan, anggota Governing Board of TUV Rheinhald International Indonesia, dan Komisaris Independen pada Bakrie Sumatera Plantation.

Pabrik beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU), adalah anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera. Presiden Komisaris adalah Anton Apriyantono sejak 2012 – sekarang. Anton Apriyantono ini mantan menteri pertanian dari PKS. Presiden Komisaris sangat berkuasa loh, bisa memberhentikan Direktur.

Ternyata mudah sekali mengusut siapa orang-orang di balik tindakan pemalsuan beras ini. Dia adalah mantan menteri pertanian di era SBY, yang merupakan kader dari partai korupsi sapi, PKS. Ternyata bukan hanya sapi yang dikorupsi, melainkan beras! Ia bekas dosen IPB juga loh.

##

PT INDO BERAS UNGGUL (IBU) DI BEKASI.
PEMALSU KUALITAS BERAS.

INILAH INDUK DARI PT. IBU.
PT. TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD Tbk. (TPSF)
JAJARAN DIREKSI & DEWAN KOMISARIS.

ANTON APRIYANTONO.
http://www.tigapilar.com/images/article/ANTON_APRIYANTONO.jpg
Komisaris Utama dan Komisaris Independen.

Warga Negara Indonesia, 57 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau diangkat menjadi Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perseroan berdasarkan Akta
No. 70 tanggal 13 Juli 2015.
Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit dan Ketua Komite Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko Perseroan.
Saat ini, beliau menjabat sebagai Komisaris PT JSB sejak 2015, Komisaris Independen PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk sejak 2010, dan Komisaris di PT INFIAD sejak 2010. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia (2004-2009), Dosen di Institut Pertanian Bogor (1982-2010), Dosen dan anggota Dewan Penyantun di Universitas Bakrie, serta Komisaris PT Dunia Pangan (2011-2012) dan Presiden Komisaris PT Pertani (2011-2016).
Beliau menyelesaikan pendidikan di Institut Pertanian Bogor jurusan Teknologi Hasil Pertanian pada 1982, dan memperoleh gelar Magister pada tahun 1988 dari Institut Pertanian Bogor jurusan Ilmu Pangan.
Kemudian beliau memperoleh gelar Doktor
di Universitas Reading, UK Keahlian Kimia Pangan pada tahun 1992.

KANG HONGKIE WIDJAJA.
http://www.tigapilar.com/images/article/KANG_HONGKIE_WIDJAJA.jpg
Wakil Komisaris.

Warga Negara Indonesia, 60 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau diangkat sebagai Wakil Komisaris Perseroan sejak tahun 1997 berdasarkan Akta No. 195 tanggal 25 Januari 1997.
Beliau juga menjabat sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai :
Direktur Pabrik Mie Asia (1980-1993),
Direktur PT Asia Cemerlang Perdana (1983-1990), Direktur Utama PT Nagamas Sakti Perkasa.
(1985-1998).
Beliau menyelesaikan pendidikan pada Belair Management Business College, London, pada 1977 dan lulusan Universitas Trisakti, Jakarta, pada 1982.

HENGKY KOESTANTO.
http://www.tigapilar.com/images/article/HENGKY_KOESTANTO.jpg
Komisaris.

Warga Negara Indonesia, 41 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau diangkat sebagai Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk berdasarkan Akta No. 76 tanggal 28 Juni 2011.
Beliau juga menjabat sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Beliau memulai karier sebagai Business Development Manager PT Tiga Pilar Sejahtera (1999), kemudian pernah menjabat sebagai Direktur Operasional Perseroan (2007).
Selain itu, beliau juga pernah memegang berbagai posisi penting lainnya, diantaranya Direktu PT Poly Meditra Indonesia (2006-2012) dan Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera (2000-2013).
Beliau menyelesaikan pendidikan di University of Minnesota Twin Cities di bidang Science in Bio-system and Agricultural Engineering pada 1998.

JAKA PRASETYA.
http://www.tigapilar.com/images/article/JAKA_PRASETYA.jpg
Komisaris.

Warga Negara Singapura, 45 tahun, berdomisili
di Singapura.
Beliau diangkat menjadi Komisaris Perseroan berdasarkan Akta No. 140 tanggal 24 Maret 2016.
Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Managing Director di KKR Singapore sejak 2014.
Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Managing Partner di Leafgreen Capital Partners dan CEO di United Fiber System diSingapore.
Karier kerja sebelumnya di investment banking dimulai pada 1998 di UBS dan Merrill Lynch Hong Kong, dan Deutsche Bank Singapore.
Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris
PT Golden Plantation Tbk.
(2014-2015).
Beliau menerima gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada 1994 dan MBA dari MIT Sloan School of Management pada 1998.

BONDAN HARYO WINARNO.
http://www.tigapilar.com/images/article/BONDAN_HARYO_WINARNO.jpg
Komisaris Independen.

Warga Negara Indonesia, 66 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau menjabat sebagai Komisaris Independen
di Perseroan sejak 2009 berdasarkan Akta No. 63 tanggal 25 Juni 2009.
Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi, Anggota Komite Audit, dan Anggota Komite Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko Perseroan.
Beliau sempat menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro kemudian memilih bekerja
di Departemen Pertahanan dan Keamanan.
Beliau juga menjalani berbagai pekerjaan jurnalistik, antara lain sebagai kolumnis Kompas dan Tempo, serta pemimpin redaksi Majalah SWA dan Harian Suara Pembaruan.
Beliau juga pernah bekerja sebagai Konsultan Bank Dunia dan Direktur sebuah perusahaan hasil laut
di Amerika Serikat, sebelum kemudian dikenal sebagai presenter kuliner di televisi.
Sampai saat ini, beliau aktif menulis berbagai buku.
Beliau menerima Satya Lencana Pembangunan atas jasa-jasanya kepada Negara pada 1988.

JOKO MOGOGINTA.
http://www.tigapilar.com/images/article/JOKO_MOGOGINTA.jpg
Direktur Utama.

Warga Negara Indonesia, 49 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau diangkat menjadi Direktur Utama Perseroan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 11 Juni 2003.
Karier Beliau dimulai dengan mendirikan PT Tiga Pilar Sejahtera pada tahun 1992.
Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris
PT Poly Meditra Indonesia sejak 2014 dan Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera sejak 2014.
Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera (1992-2013) dan Komisaris Utama PT Bumiraya Investindo (2006-2015).
PT Bumiraya Investindo (2006-2015).
Beliau lulus dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, jurusan Teknologi Pangan pada 1991.

HENDRA ADISUBRATA.
http://www.tigapilar.com/images/article/Hendra-Adisubrata.png
Direktur.

Warga Negara Indonesia, 48 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau menyelesaikan pendidikan Diploma di PATIGAT, Tangerang, jurusan Teknik Industri pada tahun 1991.
Beliau diangkat menjadi Direktur Perseroan sejak Juni 2017.
Beliau bergabung dengan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk sejak tahun 2009.
Sebelumnya, beliau pernah memegang berbagai posisi, antara lain sebagai Direktur Utama di PT Mulford Indonesia, Jakarta pada tahun 2004-2009, dan sebagai Direktur Utama PT Alsynite Indonesia, Hyundai Industrial Estate Bekasi pada 2007-2009.
Beliau memulai karier sebagai Research and Development Staff di PT Gajah Tunggal pada tahun 1991-1994, kemudian menjadi Production Manager
di PT Salim Graha pada 1994-1995, dan pernah pula menjabat sebagai General Manager di PT Indo Daisun Jaya dan PT Dinito Jaya Sakti pada tahun 1995-2001.

BUDHI ISTANTO.
http://www.tigapilar.com/images/article/BUDHI_ISTANTO.jpg
Direktur.

Warga Negara Indonesia, 48 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau diangkat menjadi Direktur Perseroan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 28 Juni 2011.
Saat ini, beliau juga menjabat sebagai :
Direktur Utama PT Golden Plantantion Tbk sejak 2014, Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera sejak 1992,
Direktur PT Poly Meditra Indonesia sejak 2006,
Direktur Utama PT Sriwijaya Panganindo Prima Lestari sejak 2002, Komisaris PT Borneo Panganindo Prima Lestari sejak tahun 2001, dan komisaris Utama
PT Bumiraya Investindo sejak Maret 2015.
Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Komisaris PT Poly Meditra Indonesia (2003-2006)
dan Komisaris Perseroan (2005-2011).
Beliau menyelesaikan pendidikan S1 dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta, pada 1995.

JO TJONG SENG.
http://www.tigapilar.com/images/article/JO_TJONG_SENG.jpg
Direktur Independen.

Warga Negara Indonesia, 49 tahun, berdomisili
di Indonesia.
Beliau diangkat menjadi Direktur Independen Perseroan berdasarkan Akta No. 35 tanggal 12 Juni 2012.
Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Prima Karya Ayu Mandiri sejak 2006 dan Komisaris
di PT Indosplash Wahana Perkasa sejak 2010.
Beliau memulai kariernya sebagai Sales Manager
PT Milan Mulia (1989-1992), Corporate A&P Manager Orang Tua Group (1992-1998), dan General Manager
PT Domindo Inkoprato (1998-2006).
Beliau menyelesaikan pendidikan S1 dari Institut Pertanian Bogor, jurusan Teknologi Pangan pada 1989.

DESILINA.
http://www.tigapilar.com/images/article/DESILINA.jpg
Corporate Secretary.

Bergabung di Perseroan sejak Mei 2011 dengan posisi Corporate Finance Assistant.
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Atma Jaya, Jakarta, jurusan Akuntansi pada tahun 2003.
Beliau diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak 2014.

AZHERY SEPESTIAN.
http://www.tigapilar.com/images/article/AZHERY_SEPESTIAN.JPG
Ketua Audit Internal.

Beliau lulusan dari Financial Management Magister Management Persada Indonesia YAI, Jakarta.
Sejak 2004 hingga sekarang, menjabat sebagai Internal Audit & Business Controller General Manager
di Perseroan.
Sebelumnya, bekerja di PT Centris Multi Persada Pratama, Tbk dari 1993 – 1995 dengan posisi sebagai staf accounting, PT Indofood Sukses Makmur, Tbk dari 1995 – 2004 dengan jabatan sebagai Finance & Accounting Manager.

SUDIBJO HARTANTO.
http://www.tigapilar.com/images/article/SUDIBYO_HARTANTO.jpg
Member of Audit Commitee.

Warga Negara Indonesia, Bapak Sudibjo memulai karier sebagai Staff Audit dan Tax di Haanta Multi Consultant, Semarang dari 1990 hingga 1992, kemudian sebagai Accounting Manager di PT Bahagia Sumber Abadi, Surakarta (salah satu perusahaan Wings Surya Group) dari 1992 hingga 1998 dan hingga saat ini masih bergabung dengan salah satu kantor konsultan pajak.
Gelar pendidikan dan pelatihan yang diperoleh antara lain, Jurusan Akuntansi, Akademi Keuangan, dan Akuntansi Wika Jasa, Semarang lulus tahun 1991, Jurusan Perpajakan, Akademi Keuangan, dan Akuntansi Wika Jasa Semarang lulus tahun 2003, Fakultas Ekonomi Akuntansi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta lulus tahun 2003 Brevet B Perpajakan pada tahun 2003.
Beliau ditunjuk sebagai Anggota Komite Audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
No. 28/GP-SK/VI/2016 tanggal 1 Juli 2016 dengan masa jabatan sampai dengan 30 Juni 2020.

WIDJOJO KUSUMO.
http://www.tigapilar.com/images/article/WIDJOJO_KUSUMO.jpg
Member of Audit Commitee.

Beliau berkarir sejak tahun 1992 sebagai Internal Auditor PT Golden Manyaran Group, Semarang sejak tahun 1993.
Beliau juga berkarya di Sri Ratu Group Semarang sebagai Tax Manager.
Mulai tahun 2000 hingga kini beliau bergabung dengan salah satu kantor konsultan pajak.
Pendidikan yang beliau tempuh adalah Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang lulus tahun 2002 dan pelatihan Brevet Pajak pada tahun 2003.

LESTIAN NANDAR.
http://www.tigapilar.com/images/article/LESTIAN_NANDAR.JPG
Member of Nomination and Remuneration Committee.

Beliau mengawali karir sebagai Training Staff di PT EDS Manufacturing Indonesia salah satu perusahaan Astra Otopart Group dari tahun 1998 hingga 2002.
Kemudian beliau berkarya di PT Pelangi Indah Canindo Tbk sebagai Training & Recruitment Supervisor hingga 2004.
Kemudian hingga 2006 Beliau bergabung dengan
PT Sumatera Prima Fiberboard sebagai Training & Development Coordinator.
Pada tahun 2006 Beliau menjabat sebagai HR & GA Manager di PT Sinar Sosro hingga tahun 2014.
Beliau bergabung dengan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk hingga kini sebagai Regional HR Manager.
Beliau memegang gelar Magister Management HRM.

 

Oleh Opa Jappy
Jakarta News | code 70 000 5

70,964 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa