Tak Dibangunkan untuk Sahur, Pengungsi Tim Teng Bakar Gedung

DUSSELDORF, JNC –  Suasana Ramadan tercemar di Düsseldorf, sejumlah besar pengunggsi asal Timur Tengah dan Afrika Utara membakar Gedung Pameran Perdagangan Internasional Düsseldorf. Mereka mengamuk dan membakar gedung tersebut karena tidak dibangunkan waktu Sahur.

Sekitar 160 migran itu tinggal di hall 18 di pusat konferensi Messe  Düsseldorf. Tetapi fasilitas itu telah terganggu  oleh konflik rasial yang gejalanya sudah ada sebelumnya. Konflik yang terjadi bukan antara orang Jerman dengan tamu mereka, tetapi antara migran yang didominasi Arab dengan minoritas warga Afghanistan yang bersekutu dengan staf keamanan fasilitas itu, yang terutama berasal dari Iran.

Menurut kesaksian dari “beberapa pengungsi Maroko,” migran asal Iran yang dipekerjakan oleh Jerman untuk menjaga migran lainnya. Mereka diduga “sengaja” tidak membangunkan migran Arab lainya pada waktu Sahur.

Sebanyak 280 migran dievakuasi dari tempat kejadian, yang terletak di seberang Bandara Internasional Düsseldorf. Sekitar 30 imigran dirawat karena menghirup asap, dan salah satu dari 70 petugas pemadam kebakaran  dirawat di rumah sakit karena panas dan kelelahan.

Dua  migran ditangkap karena mereka berada di lokasi dan sedang akan menyalakan api, dan jumlahnya kemudian bertambah menjadi enam. Orang-orang yang ditangkap tersebu berasal dari Maroko, Aljazair, Suriah dan Irak.

Sebelumnya, tiga minggu yang lalu juga terjadi hal serupa, tetapi api yang menyala jauh lebih kecil ketika migran membakar kasur sebagai protes terhadap akomodasi. Para migran yang menyaksikan kebakaran itu, bahkan ada yang merasa bangga dan merekam momen itu dengan ponsel seraya berkata bahwa  kebakaran itu awal dari dikeluarkannya mereka dari sana dari penjagaan migran Iran.

news_59695_1465379451

——
UNHCR: 10.000 Migran Tewas di Laut Mediterania
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/unhcr-10000-migran-tewas-di-laut-mediterania
——-

Lebih dari 10.000 orang tewas dalam perjalanan berbahaya mencoba melintasi Laut Mediterania menuju Eropa sejak 2014, menurut laporan PBB, hari Selasa (7/6).

Sejak awal 2014, ketika arus pengungsi ke Eropa meningkat di Mediterania, 10.000 orang meninggal ketika menyeberang laut tersebut.

Jubir UNHCR mengatakan bahwa jumlah korban tewas di Mediterania meningkat tajam pada tahun 2016, yaitu sebanyak 2.814 orang sejak awal tahun ini, menyusul total 3.771 pada tahun 2015, dan 3.500 tahu 2014.

Total korban di Mediaterania mencapai 10.085 orang dalam waktu kurang dari dua setengah tahun. Merupakan jumlah kematian yang mengerikan yang terjadi di Mediterania, di perbatasan Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan bahwa korban tewas tahun ini sudah mencapai seribu lebih banyak di atas angka 1.838 kematian tercatat selama paruh pertama 2015.

Tota 206.400 pengungsi dan migran tiba di Eropa sejak awal tahun ini, terutama yang mendarat di Yunani dan Italia.

Setelah kapal karam terbaru dari pulau Kreta Yunani Jumat lalu, IOM mengatakan sekitar 320 orang masih hilang, dan diduga tenggelam.

Tim menyelamatkan sekitar 340 orang, tetapi tidak ada kepastian angka jumlah penumpang pada kapal itu.

Menurut IOM berdasarkan kesaksian beberapa korban, diyakini ada 648 atau 650 pria, perempuan dan anak-anak di dalam kapal.

Yang selamat, menurut juru bicara IOM, Joel Millman, yakin dengan jumlah itu, karena penyelundup dua kali menghitung sebelum keberangkatan.

Korban menceritakan kisah mengerikan, termasuk seorang pria yang berangkat dengan istri dan tiga anak yang menitipkan putrinya yang berusia tiga tahun ke migran lain, karena dia takut tidak akan selamat. Anak perempuan itu selamat, tapi seluruh keluarganya tewas.

news_59728_1465443944

Opa Jappy
satuharapan com – jakartanews.co

770 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa