Tanggapan Ahok terhadap Tudingan Junimart Girsang

183402020160614-080538780x390

Simak percakapan dari Ruang Sidang Dengar Pendapat antara Komisi III DPR dan Pimpinan KPK, Rabu 15 Juni 2016 berikut ini.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang, “Ada informasi yang saya dapatkan tentang uang Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi untuk Teman Ahok melalui Sunny dan Cyrus. Saya tidak tahu apakah KPK telah melakukan pemeriksaan pada Sunny atau Cyrus?”

Ketua KPK Agus Rahardjo, “Kasus suap mengenai reklamasi akan segera menaikkan ke penuntutan masalah suapnya. Masalah yang tadi disampaikan (Rp 30 miliar ke Teman Ahok) akan mengeluarkan surat penyelidikan kelihatannya ada yang cukup besar dan perlu waktu cukup lama dan kita masih teliti dan akan kita laporkan.”

Junimart Girsang, “Rp 30 M dari Pengembang untuk Teman Ahok”

Tanggapan Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengomentari tudingan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI-P Junimart Girsang soal aliran dana Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi untuk “Teman Ahok”. Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis 16 Juni 2016, mengatakan bahwa

“Anggota DPR bisa berbicara seenaknya di dalam forum tanpa takut dituntut. Enak banget coba, dia mau ngomong apa aja punya hak imunitas dan enggak bisa dituntut, enggak bisa digugat. Ini bisa main politik nih.

Junimart harus bersikap profesional dan membuktikan tuduhan itu. Jika tidak, Junimart sama saja sudah bersikap politis dengan menggunakan statusnya sebagai anggota DPR RI.

Makanya saya bilang, untungnya dia anggota DPR, jika enggak, bisa gugat. Dia punya hak imunitas, ngomong di forum. Walaupun, itu secara politik, menurut saya itu, jahat! Sama kayak kasus Sumber Waras kan, pingin bangkitkan opini ke orang bahwa ‘Ahok itu enggak bersih’.”

Tanggapan  “Cyrus”

Pendiri lembaga survei Cyrus Network Hasan Nasbi menantang anggota Komisi III DPR RI Junimart Gumirsang membuktikan tuduhannya. Tuduhan yang dimaksud terkait aliran dana pengembang reklamasi sebesar Rp 30 miliar kepada “Teman Ahok”. Menurut Hasan, Kamis 16 Juni 2016,

“Kalau dia yakin, buktikan sajalah. Hukum kan tidak bisa ditutupi ya. Tapi jangan ngomong sembarangan, ngomong sembarangan di publik itu harus bisa dipertanggungjawabkan.

Malas mengomentari gosip seperti itu; info yang jelas disampaikan dalam sebuah forum rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Itu merupakan bentuk kepanikan PDI-P, partai asal Junirmart, terhadap “Teman Ahok”; Orang kalap saja kali tuh. Masa orang bisa ngomong seenaknya kayak begitu terus KPK bisa langsung bergerak sih.”

Jelas sudah, isue Rp 30M ke Teman Ahok, hanyalah gossip murahan dengan tujuan merusak nama baik Ahok.

Dari mana asalnya!?

Kaya’nya seperi kentut di ruang ac; baunya ada, membusuk, dan membuat polusi, tapi tak seorang pun yang mengaku.

 

JAKARTANEWS.CO

3,787 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa