Terdesak, ISIS Meledakkan Masjid Agung Al-Nuri Mosul

Jakarta, Jakarta News — Militer Irak mengatakan ISIS meledakkan Masjid Agung al-Nuri dan menara miringnya di Mosul.

Di masjid inilah pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, tiga tahun lalu, menyampaikan pidatonya untuk memproklamirkan ‘kekhalifahan’ baru.

Peledakan itu terjadi ketika pasukan khusus kontraterorisme Irak bergerak maju ke kawasan kota tua Mosul dan berada sekitar 50 meter dari masjid.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, Rabu (21/6), menyatakan bahwa, “ISIS meledakkan Masjid Agung al-Nuri di Mosul, Irak, tempat di mana kelompok militan tersebut mendeklarasikan kekhalifahan mereka pada 2014 lalu. [ISIS] meledakkan menara al-Hadbva dan masjid al-Nuri yang dianggap sebagai pengakuan kekalahan.”

Tak lama setelah pernyataan tersebut dirilis, ISIS melalui media propagandanya, Amaq, langsung membantah dengan menyatakan bahwa masjid itu diserang oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Juru bicara Angkatan Udara AS, John Dorian, pun langsung menampik tudingan ISIS tersebut dengan berkata kepada Reuters, “Kami tidak menyerang daerah itu.”

Untuk membuktikan klaim tersebut, kantor militer Irak langsung mengunggah foto udara yang menunjukkan reruntuhan masjid di tengah rumah-rumah kecil di Mosul.

Juru bicara militer Irak, Mayor Jenderal Martin mengatakan bahwa, “ISIS meledakkan masjid Al Nuri sekitar pukul 21.30, ketika unit Pasukan Kontra-Terorisme (CTS) sedang berada di jarak 50 meter dari lokasi kejadian. Ini merupakan kejahatan terhadap rakyat Mosul dan seluruh Irak, dan merupakan contoh betapa brutalnya ISIS, oleh sebab itu, ISIS harus dimusnahkan.”

Saat itu, pasukan sedang dalam perjalanan menuju masjid tersebut untuk mengepung ISIS yang selama beberapa bulan belakangan sudah mulai tertekan. Pasukan Irak memang berharap dapat merebut kembali masjid tersebut sebelum Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 25-26 Juni.

Masjid Agung al-Nuri adalah salah satu peninggalan bersejarah di Mosul, Irak.

Warga Irak menyebut menara condong setinggi 45 meter di masjid itu sebagai al-Hadba atau si bungkuk.

Nama masjid diambil dari Nuruddin al-Zanki, bangsawan dari wilayah feodal di masa lalu yang meliputi Turki, Suriah dan Irak, yang berperang melawan para tentara salib. Masjid Al Nuru dibangun pada 1172-73, tak lama sebelum kematiannya, dan menaungi sebuah pesantren.

Ketika Ibnu Batuta, pengembara sekaligus cendekiawan terkemuka zaman pertengahan, mengunjungi masjid Al Nuri dua abad kemudian, menaranya condong. Kemiringan itu membuat masjid tersebut disebut Si Bungkuk.

Masjid tersebut dibangun dengan tujuh lapis bata dekoratif dalam pola geometris rumit yang juga ditemukan di Persia dan Asia Tengah.

OPA JAPPY | JAKARTA NEWS

50,762 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa