Tri Rismaharini – PDIP – Basuki Tj Purnama

PDIP di antara Tri Rismaharini dan Basuki Tj Purnama

Beberapa waktu yang, sempat ada bocoran bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), melakukan survei internal; dan muncul nama Basuki Tj Purnama sebagai, “calon paling tepat” untuk DKI 1; dan jika itu terjadi maka PDIP akan menerima Heru (bakal calon Wagub, jalur independen) atau Heru lapang hati, agar dirinya diganti oleh Djarot, kader PDIP.  Dengan itu, pupus sudah harapan para pengusung Risma untuk bertarung di DKI; dan itu mengikuti arus “dukungan setengah hati” dari PDIP terhadapnya.

Masuknya Ahok di survei internal PDIP, menunjukkan bahwa parpol tersebut memperhitungkan politik realistis, serta kesadaran bahwa elektabilitas Ahok jauh lebih unggul dibandingkan Risma. Jadi, terlalu riskan bagi PDI-P jika memaksakan diri untuk mengusung Risma.

Kunjungan Megawati di Surabaya

Pada awal Mei lalu, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama dengan para petinggi partainya mengunjungi Surabaya, Jawa Timur. Selama kunjungannya di Surabaya, Mega dan petinggi PDI-P sempat berkeliling ke beberapa tempat bersama  Tri Rismaharini. Namun, kunjungan Megawati bersama segenap petinggi PDI-P, menurut PDIP, tak ada hubungan dengan  proses penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta 2017 yang akan diusung PDIP. Bahkan, Djarot, Wagub DKI yang sekarang, mengatakan “Enggak, enggak, mboten (tidak ada)! Kita tidak ngomong, tidak pernah ngomong tentang pilkada.”

 

Aksi Damai Warga Surabaya

Melihat gejala dan upaya “menarik” Risma sebagai penantang Ahok-Heru di Jakarta, menjadikan sekelompok massa yang mengatasnamakan Solidaritas Aktivis Surabaya (SAS) menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Surabaya, Senin, 23 Mei 2016; meminta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tidak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Permintaan Solidaritas Aktivis Surabaya (SAS)  tersebut, dengan alasan bahwa “Janji politik Bu Risma memimpin Surabaya hingga 2020, bukan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Risma masih dibutuhkan warga Surabaya. Banyak kebijakan yang dilakukan bermanfaat langsung bagi warga Surabaya, khususnya masyarakat kurang mampu, seperti gratis biaya pendidikan, mempermudah layanan administrasi pemerintahan, hingga di bidang kesehatan.”

SAS juga meminta seluruh lapisan masyarakat Surabaya, mendukung semua program pembangunan yang diusung Risma. “Mari sama-sama kita dukung program walikota yang terbukti membantu warga Surabaya, khususnya warga miskin.”

 

Survei PDIP

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari mengatakan, partainya telah melakukan survei internal sebanyak enam kali untuk menentukan calon gubernur DKI Jakarta 2017. Hasil survei tersebut menyatakan, elektabilitas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang paling tinggi. Menurut Eva, “Sampai saat ini elektabilitas Mbak Risma masih paling tinggi. Puan Maharani, Djarot Saiful Hidayat, Boy Sadikin juga ikut terjaring dalam survei, namun elektabilitasnya masih kalah dari Risma.”

Meski begitu, Eva mengatakan, PDI Perjuangan tidak hanya melihat elektabilitas. Kompentensi dari nama-nama bakal calon yang akan diusung memimpin DKI Jakarta juga dipertimbangkan. Pertarungan bukan hanya sekadar elektabilitas. Kami juga melihat kemampuan yang dimiliki para calon. Apa lagi, saat ini partai berlambang banteng itu masih melangsungkan fit and proper test bagi bakal calon dari luar PDI Perjuangan yang telah mendaftar, kesempatan kader internal juga masih terbuka.

Megawati, “Bakal Cagub DKI dari PDI-P Prerogatif Saya”

Hingga saat ini, PDI-P belum memutuskan siapa sosok yang akan diusungnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskannya. Menurut Prasetio, pertengahan Mei yang lalu,

“Semua ada di Ibu Ketua Umum. Saat rakerda, ‘semua urusan keputusan gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta semua urusan saya’. PDI-P terbuka untuk koalisi, termasuk dengan Gerindra. Rencananya, dalam waktu dekat, beberapa nama yang mendaftarkan untuk dicalonkan PDI-P akan melakukan tes.

Kita terbuka untuk berkoalisi dengan partai yang ada di Indonesia. Sah-sah saja. Semua keputusan ada di Ibu Mega. Dewan Perwakilan Daerah PDI-P Jakarta sudah mengantongi sedikitnya 34 nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur hingga kemudian diajukan ke Dewan Perwakilan Pusat. Dua di antaranya adalah Boy Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat.”

 

JAKARTA NEWS

587 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa