Vihara Menyediakan Makanan Berbuka Puasa

Menjelang beduk magrib, sekitar 100 orang berdiri berjajar di samping Vihara Bodhimanda Sanggar Suci, Lawang, Malang, Jawa Timur. Tua, muda, dan anak-anak, yang datang dari berbagai tempat di sekitar Lawang tampak antre, sabar menunggu waktunya berbuka puasa. Mereka antre untuk mendapat buka puasa gratis dari Vihara Bodhimanda Sanggar Suci. Buka puasa gratis yang dimulai pada 1998 ketika krisis ekonomi membuat harga kebutuhan pokok melambung.

Rohaniwan vihara, Winantea Listiahadi, menuturkan saat itu banyak orang miskin yang kesulitan untuk berbuka puasa. Ia terketuk hatinya untuk saling membantu sesama. Metta kemudian mengggalang donasi yang berasal dari paguyuban Metta yang beranggotakan ratusan ribu orang, tak hanya umat Buddha, tapi juga dari pemeluk agama lain; namun yang paling banyak umat di vihara.

Selain donasi, juga mengatur relawan untuk membantu menyiapkan buka puasa. Ada yang bertugas belanja, menanak nasi, memasak lauk, juga ada yang bertugas membuat minuman.

Setelah selesai, ada lagi yang bertugas menata makanan serta membagikannya kepada mereka yang datang berbuka puasa.

Menu yang disediakan antara lain adalah nasi putih lauk mi goreng dan ayam suwir. Sekitar 100 porsi makanan untuk buka puasa tertata di atas meja besar. Menu yang disediakan vihara beragam, mulai dari mi goreng, ayam goreng, rawon, hingga soto. Tak lama kemudian terdengar suara azan dari Masjid Al Ikhlas yang terletak di samping vihara.

Salah satu tamu vihara adalah Mohammad Yasin, 60 tahun, yang datang bersama anaknya; Yasin sehari-hari berjualan mie ayam. Ia berjalan kaki cukup jauh untuk mendapatkan makanan buka puasa gratis ini. Menurut Yasin, “Setiap bulan puasa, buka puasa di sini; saya terbantu dengan buka puasa gratis karena istrinya tak perlu repot menyiapkan buka puasa di rumah.
Selain itu juga mengurangi uang belanja setiap hari. Sangat membantu. Kadang ada yang berbuka puasa saja susah.”

Yasin dan warga lain yang berbuka di vihara menerima seporsi makanan plus teh hangat. Mereka duduk melingkar sambil bercengkerama. Buka puasa ditutup dengan minum teh hangat dan kudapan.

Bagi Yasin, buka puasa gratis seperti yang disediakan vihara di Lawang ini adalah bentuk nyata toleransi umat beragama di Indonesia; karena tak ada perbedaan dan tak ada sekat pembatas.

Salah satu relawan yang juga umat vihara, Amelia Wati, 68 tahun, datang setiap pukul 16.00 WIB untuk membantu menyiapkan makan berbuka puasa. Amelia membantu ya sejak pertama kali ada buka puasa di Vihara.

JAKARTANEWS.CO
Sumber:
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160609_ramadan_vihara_bukapuasa?

605 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa