Waspada Salawi, Salafi, Wahabi, Hizbut Tahrir

Ajaran ahlussunnah wal jama’ah merupakan mayoritas ajaran Islan di Nusantara; namun adanya Salafi Wahabi, dan Hizbut Tahrir (HTI), telah mewarnai umat Islam di Indonesia. Sayangnya, menurut NU Online, aliran-aliran tersebut justru menyimpan dari pemahaman main stream Quran dan Hadis.

Ajaran kelompok-kelompok tersebut, jauh berbeda tradisi di kalangan warga nahdliyin. Bahkan mereka memvonis akidah warga NU seperti, tahlilan, yasinan, shalawatan, adalah perbuatan bid’ah, dan diharamkan melakukannya.

Walau seperti itu, aliran-aliran yang menyimpan tersebut berkembang besar di Indonesia, baik dari segi proses kelahirannya maupun sikap mereka terhadap para ulama. Mereka mengklaim telah memahami ajaran Rasulullah dengan semurni-murninya, padahal dalilnya adalah palsu dan tidak rasional. Mereka sebenarnya tidak memahami isi al-Qur’an dan hadits, apalagi hingga menafsirkannya.

Munculnya beberapa aliran seperti, Salafi Wahabi dan Hizbut Tahrir di Indonesia bukanlah mendamaikan umat Islam justru perpecahan yang terjadi dikalangan umat Islam.

Islam melarang melakukan perbuatan kekerasan dan perpecahan, Islam adalah agama yang ramah, santun, yang menjunjung perdamaian, persaudaraan antar sesama.

Salafi Wahabi adalah kelompok yang mengusung misi modernisasi agama dan perintisnya adalah Muhammad bin Abdil Wahhab di Nejd. Ia pengikut madzhab Imam Ahmad, akan tetapi dalam berakidah beliau mengikuti Ibnu Taimiyah.

Salafi Wahabi mengkafirkan sufi Ibnu Arabi, Abu Yazid al-Taman. Mudah mengkafirkan muslim lainnya. Memvonis sesat kitab “AQIDATUL Publik, dan qashidah Burdah. Mengkafirkan dan menganggap sesat pengikut Mazdhab Asy’ari dan Maturidiyyah. Merubah beberapa bab kitab-kitab ulama klasik, seperti kitab al-Adzkar an-Nawawi. Bahkan, menolak perayaan Maulid Nabi Muhammad karena menganggap acara tersebut sebagai acara bid’ah, dan perbuatan bid’ah menurut mereka adalah sesat semuanya. Bagi kelompok ini, yasinan tahlilan adalah ritual bi’ah, padahal kedua amalan tersebut tidak bisa dikatakan melanggar syari’at, karena secara umum bacaan dalam susunan tahlil ada dalil-dalilnya di Qur’an dan al-Hadits.

Hizbut Tahrir sebetulnya adalah nama gerakan atau harakah Islamiyyah di Palestina dan bukan sebuah aliran, tanduk ATAU Lembaga ilmiyya, atau lembaga sosial. Mereka hanyalah organisasi politik yang berideologi Islam dan berjuang untuk membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan, membebaskan umat dari ide-ide dan hukum kufur, membebaskan mereka dari cengkeraman-cengkeraman dominasi negara-negara kafir dan mendirikan kembali sistem khilafah dan menegakkan hukum Allah dalam realita kehidupan.

Hizbut Tahrir mengusung konsep khilafah kubra, menolak sistem pemerintahan demokrasi yang dianut sebagian besar negara di dunia. Tujuan besar Hizbut Tahrir adalah memulai kehidupan Islami dengan cara menancapkan tonggak-tonggak Islam di bumi Arab baru kemudian merambah khilafah Islamiyah.

Hizbut Tahrir ingkar terhadap kebenaran dan adzab kubur. Memungkinkan mencium wanita bukan istri baik dengan syahwat atau tidak. Tidak percaya akan munculnya Dajjal diakhir zaman. Hadits ahad tidak bisa dijadikan dalil dalam akidah.

UPS, di samping aliran-alirn di atas, ada satu lagi yaitu sekte Salawi. Sekte yang satu ini, memang unik. Di dalamnya ada “umat” dari berbagai aliran dan agama. Mereka menyatulkan dengan satu kesamaaan yaitu paduan fitnah, benci dan kebencian, serta penistaan.

Salawi tak lain adalah Semua Salah Jokowi; kumpulan manusia-manusia yang menyalahkan segala sesuatu ke/pada Joko Widodo, Presiden RI.

Setiap hari, Salawi mengeluarkan berbagai opini, pendapat, dan pernyataan yang menyerang Presiden RI, Joko Widodo.

Begitu, jika aliran-aliran keagamaan menyesatkan umat beragama, pro salawi LEBIH Parah; Salawi berupaya menyesatkan seluruh rakyat Indonesia.

Memalukan.

Opa Jappy

55,437 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa